Aktivitas anak usia 4–15 tahun
Kelas Coding Anak
100 kelas tersedia · 8 kota di Indonesia
Kelas coding dan pemrograman untuk anak-anak. Materi mulai dari Scratch, game design, hingga robotik dan Python. Anak belajar berpikir logis, kreatif, dan problem solving melalui proyek seru yang sesuai usia.
Cari kelas sekarangKelas terpopuler
Lihat semua 100 kelas →Manfaat untuk perkembangan anak
Melatih logika, problem solving, dan berpikir sistematis sejak dini
Mengembangkan kreativitas melalui pembuatan game, animasi, dan aplikasi
Membangun keterampilan digital yang relevan untuk semua jalur karier masa depan
Meningkatkan kemampuan matematika, abstraksi, dan kerja sama tim
Coding untuk anak usia berapa?
4–6 tahun
Coding tanpa layar dan robotik fisik
Kelas coding anak usia 4–6 tahun menggunakan unplugged coding (aktivitas fisik tanpa komputer) dan robotik seperti Bee-Bot. Anak belajar konsep urutan dan instruksi melalui permainan tubuh, kartu, dan mainan robot yang bisa diprogram dengan tombol sederhana.
6–9 tahun
Scratch dan game design visual
Usia 6–9 tahun adalah waktu ideal untuk memulai Scratch, platform coding visual berbasis blok dari MIT. Anak membuat game, animasi, dan cerita interaktif tanpa mengetik kode. Ini membangun logika pemrograman dan kemampuan berpikir komputasional secara bersamaan.
9–15 tahun
Python, web, dan robotik lanjutan
Anak usia 9 tahun ke atas siap belajar Python sebagai bahasa pemrograman teks sungguhan. Materi bisa mencakup web development, data sederhana, atau robotik Arduino. Beberapa anak mulai membangun proyek nyata dan mempersiapkan diri untuk olimpiade sains komputer.
Panduan memilih coding untuk anak
Kelas coding anak bukan sekadar belajar komputer. Di balik layar, anak sedang melatih cara berpikir logis, memecahkan masalah, dan merancang solusi secara kreatif. Ini adalah keterampilan yang relevan di hampir semua bidang karier masa depan, bukan hanya teknologi. Untuk anak usia 4-6 tahun, kelas coding menggunakan pendekatan visual berbasis blok seperti Scratch Jr dan permainan robotik yang tidak membutuhkan kemampuan membaca. Anak usia 7 tahun ke atas bisa mulai belajar Scratch, game design, dan bahkan Python dasar. Orang tua sering khawatir anak akan terlalu banyak menatap layar; kelas coding berkualitas justru dirancang tetap interaktif dengan aktivitas fisik dan kerja kelompok. Di Rookie.ID, Anda bisa menemukan kelas coding, kursus programming, dan les robotik anak dari yang berbasis offline hingga hybrid, dengan instruktur terlatih di kota-kota besar Indonesia.
Mencari kursus coding untuk anak?
Temukan dan bandingkan 100 kursus coding anak di Rookie.ID. Dari les programming Scratch dan Python, kelas robotik, hingga les komputer anak untuk usia dini, pilih kurikulum dan format kelas (offline, online, atau hybrid) yang paling cocok untuk anak.
Coding di kota Anda
Pertanyaan Umum
Berapa usia minimal anak bisa mulai kelas coding?
Kelas coding anak yang dirancang dengan baik sudah bisa dimulai sejak usia 4 tahun menggunakan pendekatan tanpa layar (unplugged coding) dan permainan robotik fisik. Untuk kelas berbasis komputer dengan Scratch Jr, umumnya mulai usia 5-6 tahun. Anak tidak perlu bisa membaca terlebih dahulu karena semua instruksi visual dan berbentuk blok warna.
Anak 5-6 tahun belajar coding apa di kelas?
Untuk anak usia 5-6 tahun, kelas coding biasanya menggunakan Scratch Jr atau robotik seperti Bee-Bot dan LEGO WeDo. Materi berfokus pada konsep urutan (sequencing), perulangan (loop), dan kondisi (if-then) yang dikemas dalam cerita dan permainan. Anak belajar membuat animasi sederhana atau menggerakkan robot tanpa mengetik satu baris kode pun.
Apakah anak harus mahir matematika dulu sebelum belajar coding?
Tidak. Justru sebaliknya, belajar coding sering membantu anak memahami konsep matematika secara lebih intuitif. Yang dibutuhkan hanya kemampuan mengikuti instruksi dan keinginan untuk mencoba. Logika coding dan logika matematika memang berkaitan, tetapi keduanya bisa berkembang bersama melalui kelas yang dirancang tepat.
Apa bedanya kelas Scratch, robotik, dan Python untuk anak?
Scratch (usia 6-12 tahun) adalah platform visual berbasis blok untuk membuat game dan animasi, cocok sebagai fondasi pertama. Robotik (usia 4-10 tahun) menggabungkan coding dengan fisik nyata: anak memprogram robot untuk bergerak. Python (usia 10 tahun ke atas) adalah bahasa teks sungguhan yang dipakai profesional. Ketiganya bisa dijalani berurutan sesuai usia.
Apakah anak yang tidak minat teknologi tetap perlu kelas coding?
Kelas coding bukan hanya untuk calon programmer. Kemampuan berpikir komputasional: memecah masalah besar menjadi langkah kecil, menemukan pola, dan menguji solusi, adalah cara berpikir yang berguna di semua bidang. Bahkan anak yang akhirnya memilih seni, sains, atau bisnis akan diuntungkan dari cara berpikir ini.
Berapa biaya kelas coding anak per bulan?
Biaya kelas coding anak bervariasi dari Rp 300.000 hingga Rp 1.500.000 per bulan tergantung lembaga, jumlah sesi, dan apakah kelas offline atau online. Kelas dari lembaga besar seperti Coding Bee, Timedoor Academy, atau RoboThink umumnya di kisaran Rp 500.000-1.200.000 per bulan dengan materi terstruktur dan kurikulum bertahap.
Artikel terkait
Siap mencari coding untuk anak?
Bandingkan kelas, harga, dan ulasan orang tua — semua di satu tempat.
Temukan kelas coding sekarang






